- mengingat hasan aspahani hari ini, aku mendapat paket. isinya weker. pak pos bilang, hati-hati. sejak dalam perjalanan, ia sangka dadanya yang berdegup kencang. padahal ia tak sarapan sepekat pun kopi. semalaman juga hanya menikmati sunyi. “ambil cepat. aku mau pergi. masih banyak surat yang mesti mengetuk. silakan meledak sendiri. buka paketnya di kamarmu saja.” [...]
Archive for the ‘matahari’ Category
menjelang breaking news di akhir tahun
Posted: May 7, 2008 in matahariTags: hasan aspahani, kalender, pos
lantaran wanti-wanti wasiat, ibu kami makamkan di pekarangan belakang. bukan karena tidak ada ruang. yang pasti tanah itu sangat lapang. pun dia ingin kami, anak-anaknya, rajin datang mengulur tangan membersihkan makam. di hadapanku, piring bergambar bunga yang biasa dipakainya di setiap perjamuan keluarga atau menerima tamu, penuh nasi, ikan, dan sayur. ibu mewariskan kesukaan sayur [...]
seperti kunang-kunang di tangan kenangan bagai terpegang terbang pelan menghilang ke dalam sebuah rimbun di halaman [01.2008]
segala gelap pekat yang lengkap telah ditangkup ke dalam sajak hanya pagi yang mekar awannya merah, seperti gincu gadis menuju pasar [12.2007]
di sebidang dada, di sehampar padang yang dikepung penjuru dan segala ufuk, sungai-sungai berdetak, tak berhenti mengalirkan doa yang tak pernah cukup tak lelah memanggil purnama agar jalan lengang segera terang, menuju sebuah peluk. malam-malam yang penuh kembang api, bunyi mercon yang mengilukan pinggang kananku, dan degub beduk lebaran yang terus aku peram di dada [...]