come fiume

sebatang sungai rasa; membawa segala ke muara

hujan mengepung malam

(interpretasi lagu and it rained all night-Thom Yorke [the eraser])

lalu hujan membasuh segala malam
dan hanyutlah segala kelam
turun ke udara kota yang redam
gemeretak rel baja, melintas lokomotif hitam
sejuta mesin menderu memuat hampa

bom waktu yang bertiktok sedih
di beton bawah tanah lima puluh kaki
seperti tetes-tetes yang membentuk danau
bisikkanlah ke telingaku segala sengau
kusulap menjadi lagu
kratakkratakkrutuk
aku bosan menyahut
pendulum di jam pak tua terus berayun

masih aku pandangi kau dari jauh
tak pernah mampu menyentuhmu

hujan mengepung malam
dan hari-hari pun murung
tetesnya memenuhi wajah dan tangan
kunang-kunang keluar sarang
bertanya ada apa gerangan
kita masih menarik kereta tenggelam
keluar dari sungai yang membentang

tidaklah menyedihkan
gaib namun karib
tak kenal lelah
tak terdedah-bantah
dan tak bisa kau sangkal

lalu kenapa ia terlihat indah?
bagaimana bisa bulan tanggal dari langit?

aku mampu menatapmu
tapi aku tak akan pernah bisa menyentuhmu

ya, aku hanya mampu menatapmu

[11.2007]

« Newer entries